Walau sepertinya sudah agak telat, tiba2 saya ingin menulis tentang fenomena Briptu Norman Kamaru. Jadi begini ceritanya. Beberapa hari sebelum beritanya meledak di media, saya sudah terlebih dahulu menonton videonya pak Briptu yang satu ini dari Kaskus.us. Menurut saya memang lucu. Gayanya tidak dibuat-buat. Saya yakin orang yang pertama kali melihat aksinya di video tersebut pasti tertawa, atau setidaknya tersenyum.
Selang sekian hari, media tiba-tiba gencar memberitakan video yang kalau tidak salah berjudul “Polisi Gorontalo Menggila” tersebut. Tapi kemudian beritanya menggila, persis seperti judul video tersebut. Pak Briptu mendadak menjadi pesohor. Beritanya dimana-mana. Pak Briptu bahkan dipanggil ke Jakarta. Beliau diundang mengisi acara musik di berbagai stasiun televisi. Bahkan didampingi oleh seorang petinggi Polri yg saya lupa namanya.
Semua tentang Pak Briptu menjadi laku dijual. Suaranya, beliau diajak rekaman. Polahnya, beliau diajak main sinetron Islam KTP. Kehidupan pribadinya, asmaranya, tak luput diungkap ke publik.
Semua menjadi Lebay. Berlebihan. Pak Briptu tidur di hotel ini. Pak Briptu ga bisa tidur di bed. Pak Briptu tidur di sofa. Pak Briptu ternyata anak mami. Pak Briptu mau diduetkan dengan Shakhrukh Khan (Saya ingin tahu apa pendapat Shakhrukh Khan di tanah Hindustan sana tentang Pak Briptu). Saya bosan dengan isi media yang tak bosan2nya membahas Pak Briptu. Masyarakat ingin tahu, media memberitahu. Tetapi semua hal kan ada batasnya. Ijinkan saya mengatakan bahwa hal tersebut NORAK.
Bukankah banyak hal yang jauh lebih penting untuk diberitakan. Kandang baru anggota DPR, nasib ABK yang ditawan perompak Somalia, Bom Cirebon atau Krisdayanti yang mengaku sudah hamil 4 bulan ketika usia pernikahannya belum genap sebulan (hahahaha).
Caplah saya dengan sebutan iri. Hahaha. Tidak saya tidak iri. Saya cuma menyuarakan kesulitan saya mendapatkan berita yang bervariasi dan kebosanan saya dengan obrolan kantin beberapa hari ke belakang.
Berkaitan dengan hal tersebut, ada hal yang unik dengan teman-teman saya belakangan ini. Mereka secara aklamasi sepakat bahwa wajah saya mirip dengan Pak Briptu, Uni dan Ibu saya juga mengatakan hal senada. Diam diam saya membandingkan wajah saya dengan wajah Pak Briptu.
TIDAK!! TIDAK MIRIP SAMA SEKALI, SAUDARA2 !!!
Entah kenapa mereka mengatakan ada kemiripan diantara saya dan Pak Briptu. Sejujurnya sering sekali saya dikatakan mirip orang lain. Diantaranya, Mirip temen saya namanya Aga, Fedi Nuril (Aktor dan pemain band), Nuno Gomes(pesepakbola asal portugal medio 2000an), M. Ridwan (sayap kanan Timnas pada AFF 2010) sampai mario baloteli (striker Manchester City)...Astaga, apakah wajah saya demikian pasarannya? :hammer:
![]() |
| Aga, smua anak BPKP bilang mirip. Kampret, alay bner ni potonya.wkwkwk |
![]() | |
| Fedi Nuril oleh temen rumah |
![]() |
| balotelli, oleh temen saya namanya cilonk. |
![]() |
| Gomes, lupa sapa yg bilang |
![]() | |
| M Ridwan, oleh rekan kerja waktu PKL |






pertamax
BalasHapusastaga dikomenin sendiri, hahahaaaa
Hapusno komen ya ttg kemiripan sama pak briptu, tp baru tau deh klo uda mamak mirip fedy nuril :D
bukan aku yg bilang :P
Hapus