Nonton film adalah salah satu
kegiatan yang saya suka. Soalnya menonton film adalah suatu hal gampang yang
menyenangkan. Di laptop saya saat ini ada sekitar 70 judul film. Sedikit ya? Hehehe.
Sebenernya lumayan banyak. Sebagian besar koleksi terpaksa saya hapus karena
kapasitas harddisk laptop yang sangat
terbatas :-( Jadi untuk menampung koleksi-koleksi film baru, film lama terpaksa di hapus.
Maklum gak punya harddisk eksternal. Di burn? Ah lupa terus. Koleksi saya
bersumber dari hasil ngopi dari teman yang mengopinya dari teman yang
mengopinya dari temannya juga dan seterusnya. Sebagian lainnya hasil download
sendiri. Iya, semuanya bajakan. Kualitas minimal DVDrip. Btw, kualitas film
bajakan sekarang semakin parah ya. Udah sampai level 1080p alias HD yang per
judul filmnya bisa makan harddisk sampai 20 GB. Contoh film Avatar. Edan.
Laptop saya mpe ngos- ngosan buat muternya. Ngelag parah. Hehehe.
Walaupun demikian, nonton film
bajakan tetap tidak senikmat nonton langsung di bioskop. Layar laptop saya cuma
14 inchi. Suaranya cm lewat headet standar gaming. Jauuuuuuuuuuh sekali
dibanding kalau nonton di bioskop. Di bioskop layarnya selebar jidat Dedi
Korbuzer. Bikin mata juling waktu nonton Bumble Bee dari barisan paling depan. Hehehe.
Di biokop suaranya dolbi surround.
Kerasa. Kalau di layar orangnya ada di kiri ya suaranya datang dari sisi kiri
juga. Dan sebaliknya. Bikin eargasm waktu iring2an Hobs dan Dominique Toretto di bazoka oleh
orang-orang Reyes. Sensasi menahan napas
waktu Rama dan Andi bunuh-bunuhan sama Mad dog dan tepuk tangan penonton
setelahnya, mana bisa saya dapatkan di bilik saya yang kecil.
Selain untuk sedikit mengurangi
perasaan berdosa karena kebanyakan nonton bajakan, karena hal-hal itulah saya
suka nonton di bioskop. Biasanya rame-rame sama teman-teman waktu akhir minggu.
Atau curi-curi waktu makan siang. Tapi nggak jarang juga saya nonton sendirian.
Yang membawa kita pada inti tulisan saya kali ini.
Ada suatu anggapan yang disetujui bersama oleh rata-rata anak muda. Sepertinya menurut standar umum yang berlaku di masyarakat kawula muda
kita, nonton bioskop itu harus sama pacar. Ya paling tidak sama teman-teman
lah. Dan, memang seperti itu kan? Mana enak nonton bioskop sendirian. Kan aneh, nonton sendirian di antara puluhan pasangan dan kelompok-kelompok kecil manusia. Rasanya semua orang setuju dengan anggapan demikian.
Tetapi tidak dengan saya.
Tetapi tidak dengan saya.
Saya suka nonton bareng teman
teman saya. Tapi saya juga gak keberatan nonton sendirian. Antre sendirian.
Beli popcorn+cola paket sepuluh ribu juga sendiri. Justru yang keberatan adalah
teman-teman saya. Katanya, “Keliatan amat lagi jomlo!” (Emang! Haha). Katanya, “autis!”
. Katanya, “Kayak gak punya temen aja”. Hihihi. Kalau menurut saya sih, ga ada
yang salah kalau suka nonton bioskop sendirian. Toh di dalam bioskop kita juga
tidak ngobrol kan. Kalau mau ngobrol mah ya ke kafe aja atuh. Ah...bukankah pada
akhirnya kita juga akan sendirian? Semakin dewasa, jumlah teman akan semakin
berkurang. Kuantitas akan digerus oleh kebutuhan akan kualitas. Ya kaaaan...
Sejauh ini saya cuma kenal dua orang yang menganggap nonton bioskop sendirian itu biasa saja. Agak-agak melawan arus ya. Hehehe
Sejauh ini saya cuma kenal dua orang yang menganggap nonton bioskop sendirian itu biasa saja. Agak-agak melawan arus ya. Hehehe
Ya biarlah saya dianggap aneh.
Toh saya gak merugikan siapa-siapa juga kecuali cewek-cewek yang terlanjur beli dua
tiket buat ngajak saya kencan nonton. Hahaha.
Oiya mumpung ingat nih, ni tips dan
etika nonton film dengan enak dan nyaman di bioskop :
- Lihat jadwal film gak perlu datang ke bioskopnya. Lihat saja lewat HP di situs mobile jaringan bioskop tersebut. Misal di m.21cineplex.com. Hemat waktu kan. Jadi bisa menyesuaikan dengan jadwal kegiatan kita.
- Tau sedikit tentang film yang akan kita tonton lebih baik daripada datang ke bioskop lalu nunjuk salah satu poster dan bilang, yang itu aja kali ya ? Pfft... Ga mau kan niatnya mau nonton film horor eh ternyata film itu film dokumenter tentang dada dan paha dewi persik? Atau mau? Hahaha.
- Posisi nonton terbaik menurut saya itu persis di baris tengah, disamping lorong. Apalagi kalau nonton film 3D. Memang akan sedikit keganggu dengan lalu lintas orang. Tapi efek suara paling kerasa di sekitar sana. Juga nggak bikin mata dan leher pegel.
- Antrilah dengan manis. Cewek manis suka cowo antri. Mungkin.
- Masuklah ke dalam bioskop SEBELUM film ON AIR. Masuk bioskop setelah film mulai itu MENGGANGGU penonton lain. Nunduk dikit biar gak ngalingin layar. Pastiin nomor kursi sebelum masuk.
- Matikan Hape. Minimal pake mode getar. Kalau terpaksa ngangkat telp, bisik-bisik aja dan jangan lama-lama. Kalau texting tutupin dikit pakai tangan biar cahayanya gak ganggu penonton lain.
- Duduklah dengan sopan. Tontonlah filmnya dengan baik dan benar. Jangan malah bikin film sendiri di pojokan
- Ini Penting Banget, kalau udah selesai nonton, JANGAN PERNAH, saya ulangi ya, JANGAN PERNAH MEMBERITAHU ENDING SUATU FILM pada orang yang belum nonton film itu kecuali dipaksa. Ketidaktahuan akan akhir cerita adalah salah satu daya tarik terpenting dari menonton suatu film. Mari kita hargai hal tersebut. Kalau tidak tahan pengen ngetwit bangga udah nonton duluan, bilang saja filmnya bagus banget atau malah jelek banget. Hal yang sama berlaku juga dalam membaca novel atau bermain game konsol.
Jadi, nonton apa ya besok? hehehe
punya tips nonton film buat orang yang tinggal di kota yang gak ada jaringan 21-nya..?? :p
BalasHapusada. luangkan waktu buat ke kota tetangga. sekalian kunjungi teman :P gaya thok meh dolan ng kene.
Hapuseh tapi dlu denger2 pernah denger rumor katanya Basko mau buka 21. ga jadi ya?