Lutfiah Hamida Adiza namanya. Kulitnya putih bersih. Pipinya merona. Ada serat-serat kemerahan tampak disana. Rambutnya ikal. Bergelung gelung lucu di pinggiran keningnya. Matanya kecil saja. Tapi pupilnya besar memakan proporsi bola matanya. Jika saya letakkan kelingking saya di sela jemarinya, dia akan merapatkan jemarinya tersebut untuk menggenggam kelingking saya erat-erat.
Fia panggilannya. Suaranya bernada tinggi. Dia suka sekali bercerita. Kalau sedang asyik bercerita, tangannya bergerak-gerak turun naik. Kadang kadang tunjuk sana sini. Seru sekali. Ketika dia sedang dalam mood yang baik, dia cepat akrab dengan siapa saja. Supel. Siapa saja ditegurnya. Tukang sayur yang kebetulan lewat. Tetangga yang sedang berkebun.
Fia panggilannya. Tetapi kami lebih sering memanggilnya dengan sebutan Cipia. Cucu pertama bagi ibu saya. Anak pertama Uni saya. Keponakan pertama bagi saya bersaudara. Sekarang kehidupan di rumah berpusat pada Fia. Apapun kegiatan orang di rumah, harus disesuaikan dengan jadwal Fia. Jadwal mandi fia. Jadwal makan. jadwal bobok. . jadwal eek. hahahaha
Saya jadi ingat sesuatu. Setelah kelahiran fia, saya seperti diingatkan bahwa Allah adalah sebaik-baik sutradara. Semua sudah diaturNya di level terbaik.
Jadi begini, fia ini hadir bebarapa tahun setelah Uni saya menikah. Cukup lama kami menunggu. Tapi akhirnya kemudian fia lahir pada saat yang luar biasa pas. Fia lahir saat Uni saya sudah mutasi pindah kerja ke daerah Pariaman yang cuma sejam dari rumah. Sebelumnya Uni saya kerja di Pasaman, 5 jam dari rumah. Harus ngekos. Kemudian ibu saya juga baru saja pensiun. Tidak terbayang bagaimana repotnya jika fia lahir saat Uni harus bekerja di tempat yang sangat jauh dari rumah. Sementara Ibu juga harus mengajar di sekolahnya (ibu saya guru). Sekarang? win-win solution. Uni saya tinggal di rumah. Jika uni bekerja, ada ibu saya membantu merawat fia. Ibu saya pun senang, tidak mengalami post-power syndrome setelah pensiun karena mendadak tidak punya kegiatan. Pas banget kan. Hehehe.
Jadi kalau keinginanmu tak kunjung terkabul, jangan berputus asa dulu. Mungkin menurut Khalik, permintaanmu itu tak baik untukmu. Bisa juga waktunya belum tepat. Atau malah doanya yang salah. Fufufu...
Selamat datang di dunia ini Fia sayang.
![]() | ||||
| Ini Fia umur beberapa jam <3 |
![]() |
| Isn't she lovely? |
(fia sekarang umurnya 1 tahun 1 bulan. Jadi ya, tulisan ini 1 year too late :-) )


alah jadi mamak beneran
BalasHapus