Rabu, 07 Mei 2014

Saya tidak tahu tulisan singkat ini mau diberi judul apa

Setiap kita pasti ingin berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, apapun definisi "lebih baik" yang kita anut. Ini sedikit catatan kecil saya tentang hal-hal sederhana yang bisa bikin kita menjadi pribadi yang lebih baik:

  1. Tersenyum :-)
  2. Kurangi mengeluh
  3. Ucapkan terima kasih
  4. Ucapkan tolong
  5. Matikan lampu begitu keluar dari toilet
  6. Matikan keran wastafel saat menggosok gigi. 
  7. Sebisa mungkin hindari penggunaan kantong plastik. Kalau belanja di minimarket cuma beberapa item yang bisa dimasukin tas,  bilang aja sama mbaknya ga usah pake kantong plastik :-)
  8. Berhenti di belakang garis saat lampu merah.
  9. ............
  10. ............
Daftar ini bisa terus bertambah panjang...
Yang penting, meminjam istilahnya Aa Gym, kita mulai dari hal-hal kecil, kita mulai dari diri sendiri, dan kita mulai dari sekarang.
 
 Maaf bukan menggurui lho ya. Cuma berbagi ide. hehehe.

Senin, 05 Mei 2014

Ayo ngobrol! (#disconnecttoconnect)

Saya baru saja selesai nonton film Her. Filmnya cukup bagus menurut saya.  Saya suka tone warna filmnya. Terlihat warm di sepanjang film. Walaupun jalan ceritanya agak lambat, tapi masih enjoyable. Ide ceritanya adalah manusia yang jatuh cinta dengan sebuah Sistem Operasi Komputer. Dikisahkan bahwa pada suatu masa, suatu sistem operasi komputer sudah berkembang sedemikian canggihnya sampai bisa berinteraksi verbal dengan manusia. Si komputer ini bahkan bisa memilih nama panggilannya sendiri.

Samantha namanya. Bisa di suruh ini itu. Menyusun jadwal. Mengecek email. Bahkan bisa diajak ngobrol dan curhat.  Lama kelamaan, Theodore, si pemilik Samantha, jatuh cinta sama Samantha ini. Lalu mereka pacaran. Iya. Pacaran sama komputer.

Sekilas sepertinya gila ya.

Rabu, 26 Maret 2014

['Nother Late Post] Ku Yakin Hari Ini Pasti Menang

Kemaren, (27 Juni 2012) saya bersama teman teman berkesempatan menonton langsung pertandingan kualifikasi piala AFC U-22 antara Indonesia melawan Australia di Riau Main Stadium atau Stadion Utama Riau. Stadion baru berkapasitas 43.000 tempat duduk ini menjadi tempat berlangsungnya kualifikasi piala AFC U-22. Stadion ini katanya berstandar Eropa. Luas bangunannya 7,4 Ha dengan luas lahan 66 Ha. Atapnya dari Yunani. Rumputnya dari Brazil. Papan Skor Digital dari USA dan Sistem tata suaranya berasal dari Jerman. Wah banget ya untuk ukuran Indonesia. Wajar. Pembangunannya sendiri sampai saat ini (sekitar 97 %) memakan biaya hampir 900 Milyar Rupiah. Bahkan katanya bisa melonjak sampai 1,1 T. WOOOOOOWWW!! Katanya sih ya. Denger-denger sih agak “bermasalah” juga. Tapi kita tidak sedang membahas itu kok. Hehe.


-awesome atmosphere-
Kami datang agak terlambat. Ketika kami sampai di kompleks stadion,

Minggu, 23 Maret 2014

Lutfiah Hamida Adiza

Lutfiah Hamida Adiza namanya. Kulitnya putih bersih. Pipinya merona. Ada serat-serat kemerahan tampak disana. Rambutnya ikal. Bergelung gelung lucu di pinggiran keningnya. Matanya kecil saja. Tapi pupilnya besar memakan proporsi bola matanya. Jika saya letakkan kelingking saya di sela jemarinya, dia akan merapatkan jemarinya tersebut untuk menggenggam kelingking saya erat-erat.

Fia panggilannya. Suaranya bernada tinggi. Dia suka sekali bercerita. Kalau sedang asyik bercerita, tangannya bergerak-gerak turun naik. Kadang kadang tunjuk sana sini. Seru sekali. Ketika dia sedang dalam mood yang baik, dia cepat akrab dengan siapa saja. Supel. Siapa saja ditegurnya. Tukang sayur yang kebetulan lewat. Tetangga yang sedang berkebun.