Keesokan paginya jam 8 pagi kami siap menuju Puncak Lawang. Jalannya sangat berliku dan menanjak. Lebarnya pun pas-pasan. Kalo papasan dengan mobil lain, kadang-kadang salah satu mobil harus mengalah berhenti dulu. Tanjakan terakhir cukup bikin deg-degan. Menikung U, kemiringannya mungkin mencapai 30 derajat. Tidak cukup gigi dua. Teman-teman asyik masyuk bercanda, Saya deg-degan liat jurang di sebelah kanan. Maklum supir amatir. Hahahaha. Alhamdulillah sampai juga di Puncak Lawang.
Puncak Lawang adalah objek wisata khas pegunungan. Terletak di ketinggian 1.200 mdpl, wajar bila udaranya sangat sejuk. Dari Puncak Lawang, kita bisa menikmati pemandangan Danau Maninjau yang baguuuuussss bgt. Katanya si, kalau cerah bahkan di kejauhan bisa terlihat luasnya Samudera Indonesia.
Kami ditawari mencoba paralayang oleh pemuda setempat. Tarifnya 700 ribu rupiah per orang. Waaaaahhhh, muahhhhhaaalllllll. Alternatifnya, ada fasilitas outbond dan flying fox. Rekan-rekan pun sibuk bergembira ria ber-flying fox. Saya? Cukup duduk-duduk di warung sambil ngopi. Dan akhirnya ketiduran. Hehehe. Ini oleh-oleh poto-poto dari Puncak Lawang.
| Danau Maninjau dilihat dari Puncak Lawang |
| Masih Danau Maninjau. Ga terlalu keliatan ya :hammer: |
| Get a Room Guys... |
| Hutan pinus... |
| Flying Fox diantara Pohon pinus...Ati2 kecolok...hehehe |
Kemudian kami kembali ke Bukittinggi. Ini para ibu-ibu pengen belanja. Teteup yah. Hahahaha. Sesampai di Bukittinggi, hujan turun. Acara belanja pun batal.
Sudah pukul 3 sore. Ketua rombongan memutuskan bahwa sudah saatnya kami kembali ke Pekanbaru. 7 jam perjalanan lagi, dimana 2 jam akhir perjalanan Saya sudah tidak fokus sama sekali. Ngantuk banget. Masa di lampu merah pas mau jalan saya masuk gigi mundur. Hadeeeehhhh... untung navigator saya lumayan bawel ngajak ngobrol :-) . Dan syukurlah kami semua sampai dengan selamat di Pekanbaru.
Sssttt...denger - denger, akhir bulan ini ada acara kantor outbond di Siak...ayo, jalan-jalan lagi?hahahaha
~End

Tidak ada komentar:
Posting Komentar