Senin, 20 Februari 2012

Anakku Hebat Lhoooo....


Dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan kantor , ada suatu hal umum yang saya perhatikan nyaris selalu ada dalam percakapan ngalor ngidul antar orang tua.  Coba tebak apa?

Kalau kalangan bapak-bapak, biasanya obrolannya tentang politik, guyonan semi mesum, atau pertandingan bola semalam. Kalau ibu-ibu, wah kurang tau juga ya, tapi kayaknya ibu-ibu senang ngomongin orang lain. Alias ngegosip. 

Nah, sekarang bapak-bapak dengan ibu-ibu kalo lagi ngobrol gitu topik kesukaannya apa ayo? Jreng Jreng, dari yang saya perhatikan, mereka senang sekali membicarakan anaknya. Bapak ini anaknya kuliah di Universitas terkenal di Jawa. Ibu ini anaknya  4. Empat empatnya sudah kerja semua di perusahaan luar negeri. Bapak ini anaknya begini. Ibu itu anaknya begitu.

Tidak cuma di kantor, di keluarga saya pun ada yang begitu. Salah seorang tante saya, punya anak lima. Satu mantan anggota DPRD, satu ketua daerah ormas keagamaan, satu politikus kecil-kecilan, satu nasibnya baik nikah sama orang kaya (ini kalimat tante saya itu lho :) ) satu sukses bisnis bengkel. Satu yang saya suka dari tante saya ini, beliau selalu menemukan cara menyambungkan percakapan apapun menjadi ajang pembanggaan anak-anaknya. Misal nih, lagi ngomongin kelakuan anggota DPR, beliau nyelutuk, “untung si A gak gitu ya. Dia gajinya sekian juta aja dia anggap cukup. Oiya, sekarang dia lagi nyari Fortuner. Alhamdulillah semua anakku sudah punya mobil”. Biasanya kemudian saya dan kakak-kakak saya mendadak mengulum senyum. Hehehehe.

Saya kok ya rasanya nggak respek ya dengan obrolan saling membanggakan anak begitu.  Risih aja gitu rasanya mendengar bapak-bapak dan ibu-ibu itu membanggakan anak-anaknya. Menurut saya, anak itu kan representasi orangtuanya. Kalau memang si anak itu berhasil, ya pastilah itu berkat didikan dan dukungan orang tuanya. Sederhana saja kan, membanggakan anak jadi sama saja dengan mengangkat dagu. Menyombong. Gitu lho. Menurut saya.

Ibu saya, dari saat saya mengenalnya, tak sekalipun pernah saya dengar membanggakan anak-anaknya kepada siapapun. Baik dan buruk saya bersaudara hanya beliau simpan di hati. Di saat para tetangga atau sodara lagi ngerumpi ngomongin anak, ibu hanya senyum senyum aja. Padahal, perjuangan ibu membesarkan anak-anaknya sejak ditinggal bapak, gila. Anak-anaknya sekarang? Ya gak malu-maluin lah, paling nggak :)

Mungkin karena itu saya menganggap aneh obrolan orangtua yang selalu membanggakan anaknya. Mudah-mudahan ketika saya punya anak kelak, saya nggak jadi orang tua yang seperti itu. Huehehehe...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar